Sunday, 26 July 2009

Water Birth


                                                   

 Ketahui Manfaat & Resikonya


Melahirkan di air atau water birth, masih belum populer di telinga kita. Tetapi metode melahirkan dengan cara ini sekarang sudah mulai dilirik oleh 'sebagian' calon ibu ataupun seorang ibu yang sudah pernah melahirkan sebelumnya. 
 
Di Indonesi, tidak semua rumah sakit dilengkapi fasilitas untuk persalinan dengan metode ini. Selain dibutuhkan tenaga medis yang terlatih, pihak rumah sakit harus memilliki kolam bersalin berdesain khusus (birth pool). Sterilitas / kebersihan air perlu diperhatikan agar tidak menyebabkan infeksi pada ibu dan bayi yang dilahirkan. 

Manfaat melahirkan dengan metode water birth


Bagi ibu:

Para pakar kesehatan di bidang ginekolog mengakui bahwa melahirkan dalam air memiliki kelebihan dibanding metode melahirkan dengan cara biasa/normal ataupun operasi cesar. 
Ibu akan merasa lebih relaks karena semua otot yang berkaitan dengan proses persalinan menjadi elastis. Metode ini juga akan mempermudah proses mengejan. Sehingga rasa nyeri selama persalinan tidak terlalu dirasakan. 
Di dalam air proses pembukaan jalan lahir akan berjalan lebih cepat. 


Bagi bayi:

Menurunkan risiko cedera kepala bayi. 
Meskipun belum dilakukan penelitian mendalam, namun pakar kesehatan meyakini bahwa lahir dengan metode ini memungkinkan IQ bayi menjadi lebih tinggi dibandingkan bayi yang lahir dengan metode lain.  Peredaran darah bayi akan lebih baik, sehingga tubuh bayi akan cepat memerah setelah dilahirkan. 

Ada 2 metode water birth

Water birth murni. Ibu masuk ke kolam persalinan setelah mengalami pembukaan 6 sampai proses melahirkan terjadi. 
Water birth emulsion. Ibu hanya berada di dalam kolam hingga masa kontraksi akhir. Proses melahirkan tetap dilakukan di tempat tidur.  

Risiko 

Kemungkinan air kolam tertelan oleh bayi sangat besar. Kondisi ini menyebabkan proses membutuhkan bantuan dokter kebidanan dan kandungan, juga spesialis anak yang akan melakukan pengecekan langsung saat bayi lahir. Sehingga jika ada gangguan bisa langsung terdeteksi dan diatasi. Hipotermia atau suhu tubuh terlalu rendah akan dialami ibu jika proses melahirkan berlangsung lebih lama dari perperkiraan. 

Bayi berisiko mengalami temperature shock jika suhu air tidak sama dengan suhu si ibu saat melahirkan yaitu 37 derajat celcius.

Dikutip dari beberapa sumber

No comments:

Post a Comment

Bisnis Online